31 Juli 2010

Surat untuk Sahabatku, Keke


” Sahabatku, aku adalah bagian dari sejarahmu, bagian dalam hidupmu yang terlahir untuk bersamamu, Jangan pernah biarkan kenangan kita terhapus hingga kita terlahir kembali kelak dan tetap menjadi sahabat yang abadi “
Keke atau gitta sesa wanda cantika adalah seorang gadis remaja berusia 13 tahun ketika di vonis memiliki penyakit kanker mematikan yang dapat membunuhnya dalam waktu 5 hari. Kanker itu menggerogoti bagian wajahnya sehingga terlihat buruk. Walau dalam keadaan sulit, keke berjuang untuk tetap hidup dan tetap sekolah seperti seorang gadis normal.Secara ajaib, Keke mampu bertahan dari penyakit itu selama 3 tahun melawan vonis kedokteran. Keke, yang sadar hidupnya tak lama lagi kemudian berjuang untuk terakhir kalinya dalam hidup untuk ikut dalam ujian sekolah, impiannya hanya satu, ingin lulus dari bangku Sltp dan merasakan duduk di bangku Sma. Tuhan menjawabimpiannya, ia mampu lulus dengan nilai terbaik di sekolahnya dan akhirnya duduk di Bangku Sma walau hanya sehari saja sebelum akhirnya ia menyerah terhadap kankernya. Atas prestasinya dan dedikasi perjuangannya ia meraih siswa teladan Indonesia pada tahun yang sama.Kisahnya menjadi inspirasi jutaan pembacanya yang tersentuh, dan mungkin bagi beberapa penderita kanker yang masih berjuang untuk sembuh.
Untuk mengenang sahabatku, Keke.
Aku masih ingat, ketika kita duduk di bangku Smp. Kamu adalah sahabat yang pertama kali membuatku tersenyum. Aku tau saat itu, aku hanyalah seorang yang mempunyai tubuh yang besar dan selalu menjadi paling besar diantara kelompok kita. Kau tau, saat yang paling aku ingat tentang kita adalah saat aku tak sanggup lagi untuk menahan rasa laparku. Lalu kamu menawarkan aku semangkok bakso yang kau sendiri belum menghabiskan,padahal aku sudah makan semangkok milikku. saat itu aku bersumpah dalam hidupku, kau adalah sahabat sejatiku hingga akhir hayatku.
Keke, sekarang aku sudah menjadi seorang gadis mahasiswa.  Melanjutkan satu dari impian kita untuk selalu bersama untuk selamanya. Aku selalu ingat impianmu untuk menjadi seorang dokter dan berharap kelak bila aku sakit, kamu yang akan menyuntikan obat agar aku cepat sembuh. sayang aku tidak mampu menjadi seorang dokter, tapi aku tetap berjuang dengan mata kuliah yang kuambil.Keke, kau tau. Saat ini aku telah berhasil membuat bagian tubuhku semakin kurus agar permintaan padamu agar aku menjadi lebih kurus dan menarik, itu telah aku lakukan
Sekarang andai kita masih bersama, mungkin kita sudah menjadi gadis dewasa yang selalu bersama-sama pergi ke mal, ataupun untuk mengejar idola kita dimanapun. Sayangnya, kamu harus pergi lebih dulu dari kelompok kita. Semua sahabat-sahabat yang mencintaimu walau terpisah jauh saat ini, akan selalu ingat hari kelahiranmu. Hari dimana aku begitu bahagia karena Tuhan menciptakanmu disampingku sebagai sahabat.
Keke, kamu adalah inspirasi dalam hidupku. mengajarkan aku untuk tetap bertahan dalam hidup ini sebagai manusia yang kelak akan pergi seperti engkau meninggalkanku. Aku tau, kamu begitu menderita dengan penyakit yang kau simpan selama 3 tahun lamanya. Aku tau kau begitu tegar hanya untuk membuat kami terus tersenyum walau dalam hatimu ingin sekali menangis dan mencurahkan semua isi hatimu padaku. walau pada akhirnya kamu menyerah, kamu menyerah bukan karena kanker itu, kamu menyerah terhadap keadaan, aku percaya kamu menyerah untuk kebahagiaannmu.
Keke sahabatku, 4 tahun sudah kau pergi meninggalkan aku, sahabat-sahabatmu, ayah dan keluargamu. Aku hanya ingin berbagi tulisan ini untuk mengenangmu sebagai sahabat yang begitu mencintaimu. Andai saja aku bisa berbagi rasa sakit yang kau alami dulu, mungkin kamu tak akan perlu pergi dari kami. Aku dan yang lain begitu kehilangan dengan sosokmu yang cantik, pemimpin diantara kami dan malaikat yang hidup diantara kami. Andi, kekasih yang kau cintai dengan tulus. Kini dia sudah mencoba untuk hidup dengan harapanmu untuk melupakannya dan mencari cinta yang lain.
Dia masih datang ke makammu setiap merayakan hari ulang tahunmu, bahkan disaat ini bersama-sama ia bercerita bagaimana ia ingat ketika ia menyatakan cintamu dan harus bangun di pagi hari agar dia dapat bertemu denganmu di bangku sekolah. Kenangan itu adalah kenangan cinta yang terindah dalam hidupnya.
Keke sahabatku, kini kisahmu telah menjadi bagian dari seluruh orang-orang yang mencintaimu. Kisahmu telah menjadi inspirasi bagi jutaan pembaca yang membaca puisimu kepada Tuhan yang maha esa. Keke, andai saja kamu dapat hidup lebih lama lagi, dunia kedokteran lebih maju disaat ini, mungkin kita masih bisa bersama-sama dan tumbuh sesuai mimpi kita, menjadi ibu yang baik bagi anak-anak kita kelak dan menjadi nenek-nenek yang selalu bersama hingga akhir hayat sebagai sahabat.
Keke, maafkan aku telah menulis kisah ini. Ini adalah air mata dalam hidupku untuk kesekian kalinya.
Aku hanya ingin kau tau, disini aku masih merindukanmu, disini aku masih mengharapkanmu hadir walau itu tak mungkin. Aku hanya berharap seperti harapanmu kepada Tuhan
Tidak ada lagi air mata yang terjadi di dunia ini dengan keadaan yang sama denganmu, tidak ada lagi orang-orang yang merasakan hal yang sama terjadi padamu, terulang lagi.
Hidupku akan terus bertahan hingga nanti aku terlahir kembali dan berharap Tuhan mempertemukan kita sebagai sahabat yang tak pernah terpisah kembali.
Keke, aku mencintaimu dari hati yang paling dalam.
Sahabatmu yang terkasih Fachda
( Fachda ramadhani adalah sahabat Keke, seorang gadis remaja Indonesia yang telah pergi setelah bertahan melawan kanker jaringan lunak selama 3 tahun lamanya. kisah Keke terangkum dalam buku berjudul surat kecil untuk tuhan novel dan the movie. Kini 4 tahun setelah keke meninggal, Fachda telah menjadi mahasiswi, keke lahir pada tanggal 19 juni 1992 dan meninggal pada tanggal 25 desember 2006, ia menuliskan sebuah puisi berjudul surat kecil untuk Tuhan sebagai surat terakhirnya kepada Tuhan)
Kisah keke dapat di baca di novel berjudul surat kecil untuk Tuhan karya Agnes Davonar dan filmnya akan ditayangkan februari 2011. Agnes Davonar

FIANZONER peroleh dari situsnya Agnes Davonar untuk dibagikan sebagai bahan perenungan kita untuk tetap menghargai hidup, terus berjuang melawan segala kelemahan dalam diri kita dan jadikan hidup kita bermakna bagi orang lain. Kisah ini sangat luar biasa, memberikan inspirasi yang tak akan pernah kita lupakan selama kita hidup. Selamat jalan Keke, terima kasih telah memberi kami harapan, semangat untuk berjuang. 

0 comments:

Posting Komentar

Untuk mendukung FIANZONER jangan lupa klik SATU IKLAN saja ya...FIANZONER ucapkan terima kasih atas komentar dan kunjungan Agan :)