Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

05 Maret 2012

Renungan Hari Ini


Agan pernah baca buku atau dengar kisah anak yang sedang mencari kunci ?
Disini FIANZONER mengajak Agan berbagi kisah atau sharing "sesuatu" yang berharga untuk dibagikan satu sama lain yaaa... OK :)

Ada anak membungkuk mencari sesuatu di halaman rumah, dan kebetulan ada Bapa yang lewat kemudian si kecil itu di tanya.
Bapa : Hai anak kecil! Apa yang sedang kamu lakukan………?

si kecil : Aku sedang mencari sesuatu.

Bapa : Apa yang kamu cari?

si kecil : sedang mencari kunci.

Bapa : Kenapa tidak kamu cari di dalam malah kamu cari di luar rumah…..?

si kecil : Iya….! di sini terang, sedangkan di dalam gelap..dan tidak bisa lihat apa –apa.

Bapa : Di mana-mana kunci itu ya.. tertempel di pintu, jadi kuncinya ada di dalam rumahmu, kalau kamu saja mencari kunci itu di halaman rumahmu sampai kapanpun tidak akan ketemu kunci itu!


Nah dari cerita diatas silakan dalami, resapi dan ambil "sesuatu" yang tersirat.....

10 Agustus 2011

Renungan Saat Menyedihkan dan Berharga dalam Hidup Kita

 
Hal yang sangat menyedihkan adalah saat kau jujur pada temanmu, dia berdusta padamu. Saat dia telah berjanji padamu, dia mengingkarinya. Saat kau memberikan perhatian, dia tidak menghargainya.

Hal yang sangat menyakitkan adalah saat kau mengirimkan e-mail pada temanmu, dia menghapus tanpa membacanya. Saat kau membutuhkan jawaban dari e-mailmu, dia tidak menjawab dan mengacuhkannya.

Saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura2 tidak melihatmu. Saat kau mencintainya dengan tulus tapi dia tidak mencintamu. Saat dia yang kau sayangi tiba2 mengirimkan kartu undangan pernikahannya.

Hal yang sangat mengecewakan adalah kau dibutuhkan hanya pada saat dia dalam kesulitan. Saat kau bersikap ramah, dia terkadang bersikap sinis padamu. Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu.


Jangan pernah menyesali atas apa yang terjadi padamu. Sebenarnya hal-hal yang kau alami sedang mengajarimu. Saat temanmu berdusta padamu atau tidak menepati janjinya padamu atau dia tidak menghargai perhatian yang kau berikan. sebenarnya ia telah mengajarimu agar kau tidak berprilaku seperti dia.

Saat temanmu menghapus e-mail yang kau kirim sebelum membacanya atau saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura2 tidak melihatmu.

Sebenarnya dia telah mengajarkanmu agar tidak berprasangka buruk & selalu berpikiran positif bahwa mungkin saja dia pernah membaca e-mail yang kau kirim atau mungkin saja dia tidak melihatmu.


Dan saat dia tidak menjawab e-mailmu. sebenarnya dia telah mengajarkanmu untuk menjawab e-mail temanmu yang membutuhkan jawaban walaupun kau sedang sibuk dan jika kau tidak bisa menjawabnya katakan kalau kau belum bisa menjawabnya jangan biarkan e-mailnya tanpa jawaban karena mungkin dia sedang menunggu jawabanmu.

Saat kau mencintainya dengan tulus tapi dia tidak mencintaimu atau dia yang kau sayangi tiba2 mengirimkan kartu undangan pernikahannya. sebenarnya sedang mengajarimu untuk menerima takdirNya.

Saat kau bersikap ramah tapi dia terkadang bersikap sinis padamu. sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk selalu bersikap ramah pada siapapun.


Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu. sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk menjadi seorang teman yang bisa diajak berbagi cerita, mau mendengarkan keluhan temanmu dan membantunya.

Bila kau dibutuhkan hanya pada saat dia sedang dalam kesulitan. Sebenarnya juga telah mengajarimu untuk menjadi orang yang arif & santun, kau telah membantunya saat dia dalam kesulitan.

Begitu banyak hal yang tidak menyenangkan yang sering kau alami atau bertemu dengan orang2 yang menjengkelkan, egois dan sikap yang tidak mengenakkan.

Dan betapa tidak menyenangkan menjadi orang yang dikecewakan, disakiti, tidak dipedulikan/dicuekin, tidak dihargai, atau bahkan mungkin dicaci dan dihina. Sebenarnya orang2 tsb. sedang mengajarimu untuk melatih membersihkan hati & jiwa, melatih untuk menjadi orang yang sabar dan mengajarimu untuk tidak berprilaku seperti itu.


Mungkin Tuhan menginginkan kau bertemu orang dengan berbagai macam karakter yang tidak menyenangkan sebelum kau bertemu dengan orang yang menyenangkan dalam kehidupanmu dan kau harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia itu yang telah mengajarkan sesuatu yang paling berharga dalam hidupmu.

03 Agustus 2011

Renungan Kisah Cinta Inspiratif


Kisah ini FIANZONER dapat dari facebook seseorang. Kisah yang penuh pengorbanan dan inspiratif. Semoga menjadi pelajaran bagi kita untuk berani berkorban meski hal itu sakit dan menderita. Semua pasti ada alasannya, ya.... tentu saja CINTA :)

Reo dan July adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya. Keluarga July berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan, sedangkan keluarga Reo hanyalah keluarga seorang petani miskin yang menggantungkan kehidupannya pada tanah sewaan.

Dalam kehidupan mereka berdua, Reo sangat mencintai July. Reo telah melipat 1000 buah burung kertas untuk July dan July kemudian menggantungkan burung-burung kertas tersebut pada kamarnya. Dalam tiap burung kertas tersebut Reo telah menuliskan harapannya kepada July. Banyak sekali harapan yang telah Reo ungkapkan kepada July. “Semoga kita selalu saling mengasihi satu sama lain”,”Semoga Tuhan melindungi July dari bahaya”,”Semoga kita mendapatkan kehidupan yang bahagia”,dsb. Semua harapan itu telah disimbolkan dalam burung kertas yang diberikan kepada July.


Suatu hari Reo melipat burung kertasnya yang ke 1001. Burung itu dilipat dengan kertas transparan sehingga kelihatan sangat berbeda dengan burung-burung kertas yang lain. Ketika memberikan burung kertas ini, Reo berkata kepada July: “ July, ini burung kertasku yang ke 1001. Dalam burung kertas ini aku mengharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan antara aku dan kamu. Aku akan segera melamarmu dan kita akan segera menikah. Semoga kita dapat mencintai sampai kita menjadi kakek nenek dan sampai Tuhan memanggil kita berdua ! “

Saat mendengar Reo berkata demikian, menangislah July. Ia berkata kepada Reo : “Reo, senang sekali aku mendengar semua itu, tetapi aku sekarang telah memutuskan untuk tidak menikah denganmu karena aku butuh uang dan kekayaan seperti kata orang tuaku!” Saat mendengar itu Reo pun bak disambar geledek. Ia kemudian mulai marah kepada July. Ia mengatai July matre, orang tak berperasaan, kejam, dan sebagainya. Akhirnya Reo meninggalkan July menangis seorang diri.

Reo mulai terbakar semangatnya. Ia pun bertekad dalam dirinya bahwa ia harus sukses dan hidup berhasil. Sikap July dijadikannya cambuk untuk maju dan maju. Dalam Sebulan usaha Reo menunjukkan hasilnya. Ia diangkat menjadi kepala cabang di mana ia bekerja dan dalam setahun ia telah diangkat menjadi manajer sebuah perusahaan yang bonafide dan tak lama kemudian ia mempunyai 50% saham dari perusahaan itu. Sekarang tak seorangpun tak kenal Reo, ia adalah bintang kesuksesan.

Suatu hari Reo pun berkeliling kota dengan mobil barunya. Tiba-tiba dilihatnya sepasang suami-istri tua tengah berjalan di dalam derasnya hujan. Suami istri itu kelihatan lusuh dan tidak terawat. Reo pun penasaran dan mendekati suami istri itu dengan mobilnya dan ia mendapati bahwa suami istri itu adalah orang tua July. Reo mulai berpikir untuk memberi pelajaran kepada kedua orang itu, tetapi hati nuraninya melarangnya sangat kuat. Reo membatalkan niatnya dan ia membuntuti kemana perginya orang tua July.

Reo sangat terkejut ketika didapati orang tua July memasuki sebuah makam yang dipenuhi dengan burung kertas. Ia pun semakin terkejut ketika ia mendapati foto July dalam makam itu. Reo pun bergegas turun dari mobilnya dan berlari ke arah makam July untuk menemui orang tua July.

Orang tua July pun berkata kepada Reo :”Reo, sekarang kami jatuh miskin. Harta kami habis untuk biaya pengobatan July yang terkena kanker rahim ganas. July menitipkan sebuah surat kepada kami untuk diberikan kepadamu jika kami bertemu denganmu.” Orang tua July menyerahkan sepucuk surat kumal kepada Reo.


Reo membaca surat itu. “Reo, maafkan aku. Aku terpaksa membohongimu. Aku terkena kanker rahim ganas yang tak mungkin disembuhkan. Aku tak mungkin mengatakan hal ini saat itu, karena jika itu aku lakukan, aku akan membuatmu jatuh dalam kehidupan sentimentil yang penuh keputusasaan yang akan membawa hidupmu pada kehancuran. Aku tahu semua tabiatmu Reo, karena itu aku lakukan ini. Aku mencintaimu
Reo................................



July “ Setelah membaca surat itu, menangislah Reo. Ia telah berprasangka terhadap July begitu kejamnya. Ia pun mulai merasakan betapa hati July teriris-iris ketika ia mencemoohnya, mengatainya matre, kejam dan tak berperasaan. Ia merasakan betapa July kesepian seorang diri dalam kesakitannya hingga maut menjemputnya, betapa July mengharapkan kehadirannya di saat-saat penuh penderitaan itu. Tetapi ia lebih memilih untuk menganggap July sebagai orang matre tak berperasan. July telah berkorban untuknya agar ia tidak jatuh dalam keputusasaan dan kehancuran.


Cinta bukanlah sebuah pelukan atau ciuman tetapi cinta adalah pengorbanan untuk orang yang sangat berarti bagi kita.

17 Juli 2011

Renungan Tentang Seseorang yang Mencintaimu

1. Seseorang yg mencintai kamu, tidak bisa memberikan alasan mengapa ia mencintaimu. Dia hanya tau, dimata dia, kamulah satu-satunya.

2. Seseorang yg mencintai kamu, sebenarnya selalu membuatmu marah/gila/jengkel/stres. Tp ia tdk pernah tau hal bodoh apa yg sudah ia lakukan, karna semua yg ia lakukan adalah utk kebaikanmu.
3. Seseorang yg mencintai kamu, jarang memujimu, tetapi di dlm hatinya kamu adalah yg terbaik, hanya ia yg tau.

4. Seseorang yg mencintai kamu, akan marah-marah atau mengeluh jika kamu tdk membalas pesannya atau telp nya, karna ia peduli dan ia tdk ingin sesuatu terjadi ke kamu.

5. Seseorang yg mencintai kamu, hanya menjatuhkan airmatanya di hadapanmu. Ketika kamu mencoba utk menghapus air matanya, kamu telah menyentuh hatinya, dimana hatinya selalu berdegup/berdenyut/bergetar utk kamu.
6. Seseorang yg mencintai kamu, akan mengingat setiap kata yg kamu ucapkan,bahkan yg tdk sengaja dan ia akan selalu menggunakan kata2 itu tepat waktunya.

7. Seseorang yg mencintai kamu, tdk akan memberikan janji apapun dgn mudah, karena ia tdk mau mengingkari janjinya. Ia ingin kamu utk mempercayainya dan ia ingin memberikan hidup yg paling bahagia dan aman selama lamanya.

8. Seseorang yg mencintai kamu, mungkin tdk bisa mengingat kejadian / kesempatan istimewa, seperti perayaan hari ulang tahunmu, tp ia tau bhw setiap detik yg ia lalui, ia mencintai kamu, tdk peduli hari apakah hari ini.
9. Seseorang yg mencintai kamu, tdk mau berkata Aku mencintaimu dgn mudah, karna segalanya yg ia lakukan utk kamu adalah utk menunjukkan bhw ia siap mencintaimu, tetapi hanya ia yg akan mengatakan kata I Love You pada situasi yg spesial, karna ia tdk mau kamu salah mengerti, dia mau kamu mengetahui bhw ia mencintai dirimu. Seseorang yg benar2 mencintai kamu, akan merasa bhw sesuatu harus dikatakan sekali saja krn ia berpikir bhw kamu telah mengerti dengan sendirinya. Jika berkata terlalu banyak, ia akan merasa bhw tdk ada yg akan membuatnya bahagia/tersenyum.

10.Seseorang yg mencintai kamu, akan pergi ke airport utk menjemput kamu,dia tdk akan membawa seikat mawar dan memanggilmu sayang seperti yg kamu harapkan. Tetapi, ia akan membawakan kopermu dan menanyakan: "Mengapa kamu menjadi lebih kurus dalam waktu 2 hari?" dengan hatinya yg tulus. Seseorang yg mencintai kamu, tdk tahu apakah ia harus menelponmu ketika kamu marah, tetapi ia akan mengirimkan pesan setelah bbrp jam. Jika kamu menanyakan: mengapa ia telat menelepon, ia akan berkata: Ketika kamu marah, penjelasan dari dirinya semua hanyalah sampah. Tetapi, ketika kamu sudah tenang,penjelasannya baru akan benar2 bekerja/manjur/berguna.

12.Seseorang yg mencintaimu, akan selalu menyimpan semua benda yg telah kamu berikan, bahkan kertas kecil bertuliskan ' I LOVE U ' ada di dalam dompetnya dan Seseorang yg mencintaimu, jarang mengatakan kata2 manis. Tp kamu tau, 'kecupannya' sudah menyalurkan semua......
13.Seseorang yang mencintai kamu, akan selalu berusaha membuatmu tersenyum dan tertawa walau terkadang caranya membingungkanmu..

14.Seseorang yang mencintaimu akan membalut hatimu yang pernah terluka dan menjaganya dengan setulus hati agar tidak terluka lagi...dan ia akan memberikanmu yang terbaik walau harus menyakiti hatinya sendiri.

15.Seseorang yang mencintaimu...akan rela melepaskanmu pergi bila bersamanya kamu tidak bahagia...dan ia akan ikut bahagia walau mengatakan kata I Love You pada situasi yg spesial. Karena ia tdk mau kamu salah mengerti, dia mau kamu mengetahui bhw ia mencintai dirimu.
Seseorang yg benar2 mencintai kamu, akan merasa bhw sesuatu harus dikatakan sekali saja krn ia berpikir bhw kamu telah mengerti dirinya. Jika berkata terlalu banyak, ia akan merasa bhw tdk ada yg akan membuatnya bahagia/tersenyum.

29 Juni 2011

Renungan Arti Sebuah Persahabatan


Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri.

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya…

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.



Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.


Ingatlah kapan terakhir kali kamu berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping kamu ?? Siapa yang mengasihi kamu saat kamu merasa tidak dicintai ?? Siapa yang ingin bersama kamu saat kamu tak bisa memberikan apa-apa ??

MEREKALAH SAHABATMU

Hargai dan peliharalah selalu persahabatanmu

27 Juni 2011

Renungan Tentang Makanan dan Kelaparan


Hari ini setelah mengunjungi situs Youtube, FIANZONER mendapat pelajaran berharga. Mari bersama-sama kita renungkan. Pernahkah kita makan direstoran siap saji? Pernahkah kita menyisakan setiap makanan yang kita santap? Pernahkah kita memikirkan orang diluar sana yang kelaparan sedangkan kita menyisakan makanan yang kita santap ? Pernahkah kita melihat ada satu kisah (true story) menyedihkan dibalik kenikmatan kita menyantap makanan direstoran siap saji ? Disini kita akan melihat sebuah pelajaran yang menempa hati kita, pelajaran berharga yang bisa menguatkan hidup kita.
Deskripsi yang lebih mendalam terdapat didalam video dibawah ini.


FIANZONER : Semoga bermanfaat dalam kehidupan kita untuk selalu berbagi dengan sesama ^.^

25 Juni 2011

Renungan Sebuah Cangkir


Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. "Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada suaminya. "Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata "belum !" lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang.

Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata "belum !"

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.

Wanita itu berkata "belum !" Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.

 
Renungan :
Seperti inilah Tuhan membentuk kita. Pada saat Tuhan membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.

"Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun."
Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Dia sedang membentuk Anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai, Anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk Anda.

22 Juni 2011

Renungan Mengapa Harus Ada Pelajaran Matematika ?


Suatu saat ada siswa bertanya, mengapa harus ada pelajaran matematika di sekolah?
Melihat dari mimik mukanya dan mendengar nadanya bertanya, saya lebih cenderung untuk menyatakan, bahwa siswa tersebut bertanya karena kesal, daripada benar-benar ingin tahu sebabnya mengapa.

Dia kesal karena pelajaran matematika baginya dirasakan lebih banyak menyusahkannya daripada menyenangkannya. Pelajarannya susah dimengerti, PR nya susah dikerjakan, lagipula banyak jumlahnya. Belum lagi bapak-ibu guru sering memasang wajah 'seram' dengan harapan dapat lebih berwibawa (?). Dia juga rupanya tidak tahu apa gunanya belajar matematika itu. Pokoknya dia merasa sama sekali tidak tertarik dan tidak butuh akan pelajaran tersebut.




Memang dari dulu sampai sekarang pelajaran matematika umumnya dijauhi dan dihindari anak-anak. Mengapa? Mungkin beda pandangan terhadap pelajaran tersebut antara orang tua, siswa dan guru sehingga menimbulkan perbedaan motivasi dari ketiganya.

Orang tua yang menganggap matematika itu memang pelajaran yang susah, apalagi mengingat sejak dari dia masih bersekolah dulu, tidak pernah mendapat nilai yang baik, merasa tidak perlu mendorong putra putrinya untuk mempelajarinya lebih baik lagi, apalagi melihat nilai putra putrinya ternyata sudah jauh lebih baik dari dirinya sendiri.


Mungkin pula sebaliknya, justru dulu dia tidak bisa, sekarang anak-anaknya harus bisa. Bahkan sedemikian pentingnya matematika itu, sehingga dia memberi dorongan yang berlebihan. Yang penting harus jadi juara. Mula-mula juara kelas, lama lama juara dunia. Sehingga dengan tidak disadari, dia lebih mementingkan kepentingan dirinya sendiri daripada kepentingan sang anak. Apalagi untuk ingat apakah anaknya itu suka atau tidak terhadap matematika, bahagia atau tidak karenanya, itu tidak penting, sebab seringkali orang tua beranggapan sebagai seorang anak yang baik harus menurut saja apa kata orang tuanya.


Mungkin juga disebabkan oleh guru yang sedemikian terobsesi dengan matematika, sehingga terjebak dalam perolehan angka anak-anak dalam setiap tes yang diberikannya, tidak peduli anak memahami atau tidak, yang penting 'dapat' mengerjakan tes dengan hasil yang bagus, sekalipun dengan jalan tidak jujur. Atau mungkin juga ada rekan guru yang terjebak pemikiran bahwa kita bisa mengajarkan apa saja, kepada anak umur berapa saja asal dengan cerdik.


Kebanyakan guru berhenti mengajar sebatas semua bahan telah selesai diajarkan, dan bukan sebatas sampai anak bisa. Paling jauh sebatas sampai anak mengerti.

Untuk dapat sampai pada batas 'anak bisa', banyak sekali yang harus diusahakan dan dikerjakan, bahkan guru harus merelakan sisa waktunya untuk melengkapi, mengulang, menjelaskan sekali lagi dengan cara yang berbeda, bukan saja berbeda dengan cara yang baru saja diterangkan, tetapi berbeda untuk anak yang satu dengan lainnya, di luar jam sekolah.
Dan juga berusaha untuk mengetahui apa, bagaimana, mengapa dan pada bagian mana anak tersebut 'tidak bisa', agar tepat sasaran dan tidak buang waktu. Untuk itu semuanya, jelas guru tidak bisa atau tidak mau melaksanakannya karena tidak ada waktunya. Karena menurut pepatah: "Time is Money", maka tidak ada waktunya bisa diganti jadi tidak ada duitnya. Bukankah lebih santun mengatakan, maaf tidak ada waktunya, daripada maaf, tidak ada duitnya (?!).

Mungkin juga disebabkan karena anaknya sendiri yang tidak menyukai pelajaran tersebut. Atau mungkin pula pada mulanya dia termotivasi untuk mempelajarinya, namun lama kelamaan menjadi tumpul atau ditumpulkan oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Oleh saudara-saudaranya yang lebih tua atau kakak-kakak kelasnya di sekolah yang menyatakan matematika itu makin lama akan makin sulit dan itu pasti akan menyengsarakannya.


Mungkin juga karena sudah sedemikian jauh mempelajari matematika, masih belum tahu apa gunanya, seolah-olah matematika itu jauh sekali dari kehidupannya sehari-hari.


Sebetulnya masih banyak lagi sebab untuk itu, seperti misalnya guru kurang mempersiapkan diri dengan baik, beban pengajaran yang tidak merata, pertahapan penyajian materi yang kurang benar, kurikulum yang meragukan, dan sebagainya. Mungkin pula bapak-ibu guru terlalu cepat memberikan penilaian buruk terhadap jawaban anak-anak, sehingga anak-anak terdorong untuk mencari jawaban benar menurut bapak-ibu guru dari pada benar menurut dirinya sendiri.

Lama kelamaan anak-anak pun tidak berani dan tidak mau angkat tangan lagi menjawab pertanyaan guru.

 

Kalau saja dari sejak mula pertama anak diperkenalkan dengan matematika dengan biasa-biasa saja, tidak ditakut-takuti, lebih baik lagi kalau kesan pertamanya mudah dan menyenangkan, saya yakin semua kemelut tentang matematika tidak akan ada, atau setidaknya mudah diatasi.


Bagaimana pendapat Anda ?

Sumber: Facebook Renungan Seorang Guru