28 Juli 2010

4Minute - Sarang Mandeulgi (Ost. Personal Taste) lyric

 4Minute - Sarang Mandeulgi (Ost. Personal Taste)
Hari ini FIANZONER pilihkan lirik plus lagu yang enak didengar. Semoga Anda menyukainya.
Kibun Joheunil  hanaga saenggyeosseo neora neun saram eul manage dwin il
keurigo sarang i itda neun geol alge dwin il

Verse 1
Jinjja sarangiran eoddeon masilkka dalkomhan kibun ilkka
Eodu un golmokgil kiseun eoddeolkka haneuli hayaejigo yeppeun johsoriga deulrilkka

Verse 2
Sarangiran mal, Eoulriji anh neun mal
dareun sesang eui irin deut, meolge neukkyeo jyeotdeon mal
jakku gaseumman ddwigo, nunape areungeori neun
sarang eul eoddeohke hae

Chorus:
I love YOU ireon kibun sarangingabwayo
keudae eobtji nan useul su eobtjyo
keudae sarangigo sipeun mame na dallajigo itnabwayo
Na eui maeumi giul eojyeogayo
chagawotdeon maleun modu ijeoyo oh
oh nunmuli nado na keudaemyeon doeyo my love

Verse 1 (Rap)
Nal anajwo dalkomhage kamssajwo neul hamkkehago sipda malhaejwo ddo nal dugeun georigehae nal seollege hae jakkuman ddeollige hae eoddeokhae
budeureoun  chokollitcheoreom dalkomhage haruharu deo gipke algosipge
Chagaun eoreum gatgimanhan nae mamdo nokyeojul
keudae eui ddaddeuthan sarangi neul cheoeumgwa gatgil

Verse 2
Gaseumi ddwigo, eolguri bulkeojigo
keudae eobsneun ilbunilcho, sigyeman boneun na ya
amugeotdo anin mal, ulgo ut neun nae moseub
saranghanabwa

back to Chorus

Saenggakmaneuro nan nunmuli na~ keudaega meolli ddeonalkkabwa
pyohyeonhaji mothaetjiman, nado alji mothaetjiman
imi neol saranghanabwa

Reff 2
I love YOU nan pingkeubit sesang soge saljyo
naegen onjohil haetsal bichwoyo
keudae yeojaigo sipeun mame na dallajigo itnabwayo
keudae gyeoti kajang pyeonhan jatrijyo
Nune kajang damgo sipeun keudaejyo oh baby
oh jigeumidaero nal saranghaeyo my love


Download MP3 Disini

Pertolongan Pertama pada Luka Bakar dan Sengatan Listrik


(Diadaptasi dari Buklet "Pertolongan Pertama dalam Menghadapi Keadaan Gawat
Darurat", Isti Sunaryo)

Satu bulan terakhir banyak terjadi ledakan gas elpiji di Indonesia.
Banyak korban luka bakar bahkan sampai meninggal dunia gara-gara gas elpiji.
Hari ini FIANZONER berbagi ilmu atau tips bagaimana melakukan pertolongan pertama
pada mereka yang terkena luka bakar. Semoga bermanfaat.

Delapan puluh persen kecelakaan yang menyebabkan luka bakar terjadi di
rumah. Dan siapa yang lebih banyak menjadi korban? Ternyata anak-anak. Entah
karena terkena air panas, tumpahan kuah sayur, kopi, lidah api dan lain
sebagainya.

Luka bakar yang terjadi bisa tergolong ringan sampai parah. Yang ringan,
istilahnya luka bakar derajat I. Kerusakan kulit terbatas hanya pada bagian
luar, yaitu kulit ari. Kulit menjadi kemerah-merahan, kering dan tidak
sampai menggelembung. Dan biasanya bisa sembuh dalam waktu 5 - 10 hari.
Yang tergolong luka bakar derajat II, atau sedang, luka bakarnya sampai ke
bawah bagian kulit ari, yaitu kulit jangat. Selain kulit kemerahan, terasa
nyeri yang sangat, dan timbul gelembung cairan kuning. Luka bakar ini baru
sembuh setelah 10 hari sampai 1 bulan atau lebih, tergantung luas dan
dalamnya bagian yang terkena.
Dan yang tergolong parah, derajat III. Luka bakarnya merasuk dalam sampai ke
arah otot dan tulang. Luka pun berwarna pucat sampai hitam. Pada kadaan ini,
bagian yang terkena nantinya akan mati rasa karena luka bakar telah merusak
ujung syarafnya. Biasanya luka tidak bisa sembuh sendiri, tetapi perlu
ditutup dengan kulit yang diambil dari bagian tubuh yang masih sehat.

Bagaimana cara menolong penderita?
1--Untuk luka bakar kecil kita tak perlu terlalu kuatir. Yang selalu perlu
dilakukan ialah menjaga luka tersebut agar tidak berkembang menjadi infeksi.
Pertolongan yang baik ialah segera merendam bagian yang terkena dengan air
dingin.
2--Jauhkan penderita dari sumber panas. Andaikan ia terjilat api, ingatkan
dia untuk berguling-guling, bukannya berlari karena tindakan ini justru akan
membesarkan nyala apinya. Siram penderita dengan air atau selimuti dengan
kain basah.
3--Luka bakar akibat terkena zat kimia, harus segera dicuci dengan air
sebanyak-banyaknya. Lebih baik lagi mencucinya di bawah kran air.

Yang tidak boleh dilakukan:
1--Jangan sekali-kali mengobati luka bakar dengan mempergunakan mentega,
minyak, garam, kecap, air kapur dan lain sebagainya. Bahan-bahan tersebut
bisa mengakibatkan infeksi. Yang paling tepat, luka bakar ringan dan sedang
ditolong dengan caramenyiram atau merendamnya dalam air dingin.
2--Jangan memecahkan gelembung kulit yang timbul akibat luka bakar. Ini pun
untuk mencegah terjadinya infeksi.
3--Jangan membalut luka dengan kapas absorbent karena akan melekat pada
luka. Untuk luka bakar ringan dan sedang, tutup luka dengan balutan kering.
Pertolongan bagi penderita luka bakar berat:
1--Segera bungkus penderita dengan kain bersih dan bawa ke rumah sakit.
2--Buka baju penderita dengan hati-hati, yaitu dengan cara menggunting baju
yang melekat pada luka bakar. Jangan menariknya.
3--Bila penderita sadar, berikan larutan Moyen, yaitu campuran 1 liter air +
5 gram garam dapur (NaCl) + 4 gram soda kue (NaHCO3). Berikan
sedikit-sedikit agar pasien tidak muntah.
4--Jika penderita kehilangan kesadaran, periksa penafasan dan denyut
nadinya. Apabila ada gangguan, lakukan resusitasi jantung paru dan
pernafasan buatan.

Pertolongan untuk penderita akibat kecelakaan listrik:
Bila seseorang terkena aliran listrik, yang pertama-tama harus dilakukan
adalah memutuskan aliran listrik itu selekas mungkin. Putuskan alirannya
dengan menarik steker dari kontaknya atau melepaskan sekering. Lalu lepaskan
penderita dari barang yang mengandung aliran listrik dengan menggunakan
benda yang tidak menghantarkan aliran listrik. Misalnya; sepotong dahan
kering atau papan. Penolong pun harus terisolasi, berdiri di
atas papan kering, tumpukan koran atau pakaian kering.
Setelah kontak dengan aliran listrik terputus, segera periksa pernafasan dan
denyut jantung korban. Sementara memanggil dokter, segera lakukan resusitasi
jantung paru jika denyut jantung tak terasa.

27 Juli 2010

Cerita Mengharukan Anjing Hachiko

 Cerita Mengharukan Anjing Hachiko

Seorang Profesor setengah tua tinggal sendirian di Kota Shibuya. Namanya Profesor Hidesamuro Ueno. Dia hanya ditemani seekor anjing kesayangannya, Hachiko. Begitu akrab hubungan anjing dan tuannya itu sehingga kemanapun pergi Hachiko selalu mengantar. Profesor itu setiap hari berangkat mengajar di universitas selalu menggunakan kereta api.. Hachiko pun setiap hari setia menemani Profesor sampai stasiun. Di stasiun Shibuya ini Hachiko dengan setia menunggui tuannya pulang tanpa beranjak pergi sebelum sang profesor kembali. Dan ketika Profesor Ueno kembali dari mengajar dengan kereta api, dia selalu mendapati Hachiko sudah menunggu dengan setia di stasiun. Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko tanpa pernah bosan.

Musim dingin di Jepang tahun ini begitu parah. Semua tertutup salju. Udara yang dingin menusuk sampai ke tulang sumsum membuat warga kebanyakan enggan ke luar rumah dan lebih memilih tinggal dekat perapian yang hangat.

Pagi itu, seperti biasa sang Profesor berangkat mengajar ke kampus. Dia seorang profesor yang sangat setia pada profesinya. Udara yang sangat dingin tidak membuatnya malas untuk menempuh jarak yang jauh menuju kampus tempat ia mengajar. Usia yang semakin senja dan tubuh yang semakin rapuh juga tidak membuat dia beralasan untuk tetap tinggal di rumah. Begitu juga Hachiko, tumpukan salju yang tebal dimana-mana tidak menyurutkan kesetiaan menemani tuannya berangkat kerja. Dengan jaket tebal dan payung yang terbuka, Profesor Ueno berangkat ke stasun Shibuya bersama Hachiko.
Tempat mengajar Profesor Ueno sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Tapi memang sudah menjadi kesukaan dan kebiasaan Profesor untuk naik kereta setiap berangkat maupun pulang dari universitas.

Kereta api datang tepat waktu. Bunyi gemuruh disertai terompet panjang seakan sedikit menghangatkan stasiun yang penuh dengan orang-orang yang sudah menunggu itu. Seorang awak kereta yang sudah hafal dengan Profesor Ueno segera berteriak akrab ketika kereta berhenti. Ya, hampir semua pegawai stasiun maupun pegawai kereta kenal dengan Profesor Ueno dan anjingnya yang setia itu, Hachiko. Karena memang sudah bertahun-tahun dia menjadi pelanggan setia kendaraan berbahan bakar batu bara itu.

Setelah mengelus dengan kasih sayang kepada anjingnya layaknya dua orang sahabat karib, Profesor naik ke gerbong yang biasa ia tumpangi. Hachiko memandangi dari tepian balkon ke arah menghilangnya profesor dalam kereta, seakan dia ingin mengucapkan,” saya akan menunggu tuan kembali.”

“Anjing manis, jangan pergi ke mana-mana ya, jangan pernah pergi sebelum tuan kamu ini pulang!” teriak pegawai kereta setengah berkelakar.

Seakan mengerti ucapan itu, Hachiko menyambut dengan suara agak keras,”guukh!”
Tidak berapa lama petugas balkon meniup peluit panjang, pertanda kereta segera berangkat. Hachiko pun tahu arti tiupan peluit panjang itu. Makanya dia seakan-akan bersiap melepas kepergian profesor tuannya dengan gonggongan ringan. Dan didahului semburan asap yang tebal, kereta pun berangkat. Getaran yang agak keras membuat salju-salju yang menempel di dedaunan sekitar stasiun sedikit berjatuhan.

Di kampus, Profesor Ueno selain jadwal mengajar, dia juga ada tugas menyelesaikan penelitian di laboratorium. Karena itu begitu selesai mengajar di kelas, dia segera siap-siap memasuki lab untuk penelitianya. Udara yang sangat dingin di luar menerpa Profesor yang kebetulah lewat koridor kampus.

Tiba-tiba ia merasakan sesak sekali di dadanya. Seorang staf pengajar yang lain yang melihat Profesor Ueno limbung segera memapahnya ke klinik kampus. Berawal dari hal yang sederhana itu, tiba-tiba kampus jadi heboh karena Profesor Ueno pingsan. Dokter yang memeriksanya menyatakan Profesor Ueno menderita penyakit jantung, dan siang itu kambuh. Mereka berusaha menolong dan menyadarkan kembali Profesor. Namun tampaknya usaha mereka sia-sia. Profesor Ueno meninggal dunia.
Segera kerabat Profesor dihubungi. Mereka datang ke kampus dan memutuskan membawa jenazah profesor ke kampung halaman mereka, bukan kembali ke rumah Profesor di Shibuya.

Menjelang malam udara semakin dingin di stasiun Shibuya. Tapi Hachiko tetap bergeming dengan menahan udara dingin dengan perasaan gelisah. Seharusnya Profesor Ueno sudah kembali, pikirnya. Sambil mondar-mandir di sekitar balkon Hachiko mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa orang yang ada di stasiun merasa iba dengan kesetiaan anjing itu. Ada yang mendekat dan mencoba menghiburnya, namun tetap saja tidak bisa menghilangkan kegelisahannya.

Malam pun datang. Stasiun semakin sepi. Hachiko masih menunggu di situ. Untuk menghangatkan badannya dia meringkuk di pojokan salah satu ruang tunggu. Sambil sesekali melompat menuju balkon setiap kali ada kereta datang, mengharap tuannya ada di antara para penumpang yang datang. Tapi selalu saja ia harus kecewa, karena Profesor Ueno tidak pernah datang. Bahkan hingga esoknya, dua hari kemu dian , dan berhari-hari berikutnya dia tidak pernah datang. Namun Hachiko tetap menunggu dan menunggu di stasiun itu, mengharap tuannya kembali. Tubuhnya pun mulai menjadi kurus.

Para pegawai stasiun yang kasihan melihat Hachiko dan penasaran kenapa Profesor Ueno tidak pernah kembali mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar bahwa Profesor Ueno telah meninggal dunia, bahkan telah dimakamkan oleh kerabatnya.

Mereka pun berusaha memberi tahu Hachiko bahwa tuannya tak akan pernah kembali lagi dan membujuk agar dia tidak perlu menunggu terus. Tetapi anjing itu seakan tidak percaya, atau tidak peduli. Dia tetap menunggu dan menunggu tuannya di stasiun itu, seakan dia yakin bahwa tuannya pasti akan kembali. Semakin hari tubuhnya semakin kurus kering karena jarang makan.

Akhirnya tersebarlah berita tentang seekor anjing yang setia terus menunggu tuannya walaupun tuannya sudah meninggal. Warga pun banyak yang datang ingin melihatnya. Banyak yang terharu. Bahkan sebagian sempat menitikkan air matanya ketika melihat dengan mata kepala sendiri seekor anjing yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk menunggu tuannya yang sebenarnya tidak pernah akan kembali. Mereka yang simpati itu ada yang memberi makanan, susu, bahkan selimut agar tidak kedinginan.

Selama 9 tahun lebih, dia muncul di station setiap harinya pada pukul 3 sore, saat dimana dia biasa menunggu kepulangan tuannya. Namun hari-hari itu adalah saat dirinya tersiksa karena tuannya tidak kunjung tiba. Dan di suatu pagi, seorang petugas kebersihan stasiun tergopoh-gopoh melapor kepada pegawai keamanan. Sejenak kemu dian suasana menjadi ramai. Pegawai itu menemukan tubuh seekor anjing yang sudah kaku meringkuk di pojokan ruang tunggu. Anjing itu sudah menjadi mayat. Hachiko sudah mati. Kesetiaannya kepada sang tuannya pun terbawa sampai mati.

Warga yang mendengar kematian Hachiko segera berduyun-duyun ke stasiun Shibuya. Mereka umumnya sudah tahu cerita tentang kesetiaan anjing itu. Mereka ingin menghormati untuk yang terakhir kalinya. Menghormati sebuah arti kesetiaan yang kadang justru langka terjadi pada manusia.

Mereka begitu terkesan dan terharu. Untuk mengenang kesetiaan anjing itu mereka kemu dian membuat sebuah patung di dekat stasiun Shibuya. Sampai sekarang taman di sekitar patung itu sering dijadikan tempat untuk membuat janji bertemu. Karena masyarakat di sana berharap ada kesetiaan seperti yang sudah dicontohkan oleh Hachiku saat mereka harus menunggu maupun janji untuk datang. Akhirnya patung Hachiku pun dijadikan symbol kesetiaan. Kesetiaan yang tulus, yang terbawa sampai mati.

Hachiko menunggu sang profesor dengan setia

Patung perunggu Hachiko didepan Stasiun Shibuya

Sang professor

Suasana saat penguburan jasad Hachiko

Tempat pemakaman Profesor Ueno dan Hachiko
Kisah nyata anjing Hachiko akhirnya dibuat film layar lebar. Film Hachiko - A Dog’s Tale adalah sebuah film drama Amerika 2009 yang disadur ulang dari film Jepang produksi 1987, Hachiko Monogatari yang dibintangi oleh Nakadai dan film tersebut pernah menggemparkan Jepang, dan mencetak rekor penjualan tiket sebesar 4 milyar Yen.
 Dalam film produksi AS yang berjudul Hachiko - A Dog’s Tale itu,  latar belakang dan tahun kejadiannya disesuaikan dengan zaman sekarang serta mengambil lokasi di AS. Film ini disutradarai Lasse Hallström (peraih penghargaan emas untuk filmnya Passion Venesia), ditulis oleh Stephen P. Lindsey dan dibintangi aktor kondang Richard Gere yang memerankan sang profesor. Dari berbagai sumber

26 Juli 2010

After School

 After School

After School merupakan sebuah girl band asal Seoul, Korea Selatan yang dijuluki Pussy Cat Dolls versi Korea. After School melakukan debut pada 17 January 2009 dengan komposisi tunggal perdananya, Ah!. Kemudian, After School menambahkan anggota baru dalam grupnya, yaitu Uee sekaligus melakukan komposisi tunggal keduanya, Diva. Namun, pada musim gugur 2009, So young menyatakan keluar dari grup. Sebagai gantinya masuklah dua anggota baru Raina and Nana, yang kemudian ikut serta dalam komposisi tunggal selanjutnya Because of You. Pada Maret 2010, After School kembali merilis komposisi tunggalnya Bang! sekaligus memperkenalkan anggota ke delapan mereka Lizzy. FIANZONER dapat informasi juga kalau dulunya mereka adalah penarinya BOA, artis beken Korea. Artikel dari berbagai sumber.


Birth name: Park GaHee (Kahi)
Date of birth: December 25, 1980
Position: Leader, vocalist, rapper
Birth name: Rebecca Kim
Stage Name: Bekah
Date of Birth: August 11, 1989
Position: Rapper, vocalist
Birth name: Kim Jung-Ah
Date of birth: August 2, 1983
Position: Lead vocalist
Birth name: Lee Jooyeon
Date of birth: March 19, 1987
Position: Vocalist
Birth name: Kim Yoo-Jin
Stage Name: UEE
Date of birth: April 9, 1988
Position: Vocalist
Birth Name: Im Jin Ah
Stage Name: Nana
Date of Birth: September 14, 1991
Position: Vocalist
Birth Name: Oh Hye Rin
Stage Name: Raina
Date of Birth: July 7, 1989
Position: Lead vocalist, rapper
Birth Name: Park Sooyoung
Stage Name: Lizzy
Birthday: July 31, 1992
Position: Vocalist


 Video Youtube favorit FIANZONER

After School - Ah!

Download MP3 Disini

After School - Bang! 

Download MP3 Disini